STITNU ALHIKMAH BERCERITA

“tanpa saya duga. pertemuan yg hari pertama sebegitu senang dan penuh suasana kekeluargaan. lalu hari kedua dengan tiga tahap percakapan penting menghasilkan manuskrip buat kita semua”.

https://www.facebook.com/171358926552094/videos/201739750180678/

“Ternyata hari ini kita sudah punya rencana penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat yg terencana dengan baik. Beserta pilihan2 judul tema dan topik sesuai minat para ibu bapak dosen”.

*ini merupakan dokumen sejarah STITNU AL HIKMAH MOJOKERTO”. Itulah pilihan kata yg mewakili suara jiwanya pak sinin selaku ketua di STITNU ALHIKMAH Mojokerto di acara penutupan workshop kreasi milestone.

saat warga pertemuan diperlakukan sebagai subyek sekaligus narasumber yg menentukan arah pertemuan. kemudian secara antusias berbagi pengalaman dan pengetahuan. disitulah sedang terjadi serbuk silang kreatifitas dan inovasi antar orang. Bahwa pengetahuan memang ada dimana-mana.

itulah yg saya lakukan dalam meeting for impact yg menggunakan pendekatan cara belajar ala dunia Cerah (CERAH LEARNING).

“Saya minta semua semua dosen yg dg aktif mengikuti sesi Workshop Kreasi Milestone dua hari (4-5 peb 2016). di akhir acara bisa menyerahkan hasil corat coret judul riset, roadmap dan milestonenya, serta desain rencana tahapan pelaksanaan gagasan hingga 100 hari ke depan. karena ini bisa jadi Manuskrip STITNU ALHIKMAH dimasa datang.”. Demikian pak sinin (Drs. Muhsinin Cholis selaku ketua STITNU ALHIKMAH MOJOKERTO) menyampaikan kalimat penegasan pentingnya proses belajar di acara penutupan.

selanjutnya blio menambahkan dengan kalimat penuh semangat… “terimakasih, buat bang ipul yg sdh berbagi ketrampilan di acara yg sangat luar biasa ini. *sambil menyahut pelan2 saya jawab – sama2 saya juga terimakasih sdh diajak saling sinau dlm proses*

prosesnya asiek dan menggugah. banyak peristiwa memacu kreatifitas dan mengenalkan cara2 baru dalam mengelola pertemuan. benar2 segar dan efektif. “Masih belum selesai pak sinin menyampaikan sambutan penutupnya” 😉

ini contoh sekaligus tantangan bagi ibu bapak dosen semua. bahwa suasana kelas dan proses belajar di ruang kuliah mestinya bisa seperti ini”.

“Karena panjenengan semua sdg mendidik calon guru2 PAUD-TK-SD yg berada di usia emas perkembangan anak.” ini lah kalimat yg membuat wajah peserta sebagian besar bersinar dan berseri-seri. sekaligis dua tiga diantaranya yg semula menganggap ini hanya games dan contoh menjadi sangat sibuk menuntaskan catatannya. heheheee…

Sungguh kejadian yg sangat mewakili dinamika keseharian bagaimana mental pembelajar dan kreasi yang memerlukan diasah daya kreasi. sembari menempatkan proses mencipta gagasan inovasi adalah suatu hal yg perlu dibiasakan.

“saya memilih kopi yang mewakili suasana hati saya di acara penutupan ini. kenapa kopi? karena proses persiapan acara begitu datang saya menyaksikan bbrp alat bantu dan hiasan ruangan. itu seperti bubuk kopi.”

“lalu proses pertemuannya begitu hangat dan menyenangkan. dksitu bubuk kopi berjumpa dengan air hangat. jadi benar2 berakhir manis melihay capaian lahirnya dokumen yg akan jd rencana inovasi tiap dosen. disitulah bubuk kopi berjumpa air panas dan gula.”

saat di aduk dan diseduh. sungguh pertemuan ini seperti kopi panas yg pas komposisinya”. plok plok plok plok…… tepuk tangan membahana di dalam ruangan. begitu pak Sonhaji menyampaikan kata penutupnya di acara workshop kreasi milestone.

selain ungkapan dua orang di sesi penutup sebagai cara merayakan proses mencipta. semua orang juga menyampaikan minuman favoritnya sebagai ungkapan suara hati selama mengikuti proses pertemuan.

“Kalau saya pilih susu anget.” kata pak lutfi dengan berbinar-binar matanya dengan tidak mau ketinggalan momen menyampaikan kesan pada acara.

“Kenapa susu? Selain enak kadang suka bikin tubuh terasa segar. Dia mewakili suasana hati dan pikiran saya di acara ini. Sudah lama saya ingin melakukan penelitian. Dan sayangnya terlalu banyak yg masuk sebagai daftar piliham judul riset”

“Lah kuq di acara ini tiba2 saja mak bwedunduk dan mak pwetuntung saya dapat topik fokus penelitian anak disleksia, khususnya autis jika terkena efek pencemaran udara dikawasan industri daerah Mojokerto.

Sesi mendapat konsultan gratis dari pasangan teman tadi sangat membantu mendapatkan fokus. Pun saat diminta membuat skema milestone dan impelementation plann. Terimakasih yaa semuanya buat sesi pertemuan yg sangat menginspirasi.

Mendengar dan menyaksikak kalimat2 jujur ini. Rasanya lapar dan dahaga seperti di guyur air paling bening. Kejujuran apresiasi mendapat tempat yg tinggi di sesi penutupan.

Disitulah kadang saya suka menyebuy clossing moment itu sakral dan mewakili rangkaian keseluruhan dari proses acara pertemuan dan percakapan efektif.

terimakasih hidup…. terimakasih kamis dan jumat. dua hari di kawasan dingin nan berkabut. senang bisa dapat kesempatan berbagi seni fasilitasi dan cerah learning. Pada para pendidik dunia perguruan tinggi yang penuh antusiasme.

terimakasih pak ulil, pak sininin, pak amin. tak lupa robi prayugo yg sangat berdedikasi jd fasilitator logistik dan alat bantu pertemuan. juga pak kus yg sudah bersedia antar jemput kami.

semoga apa yg sudah di desain para dosen benar2 menjadi tindakan nyata tuk melahirkan perilaku baru.

selamat kepada keluarga besar STITNU AL HIKMAH Mojokerto atas inisiatifnya membuat workshop kreasi milstone.

selamat merayakan proses mencipta,

salam kebaikan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s